Profil
· A. PROFIL
· B. VISI,MISI,MOTTO
· C. STRUKTUR
· D.SARANA/PRASARANA
· E. PROSEDUR
· F. PROGRAM LAYANAN
· G. PEKERJA SOSIAL
· H. PENYULUH SOSIAL
· I.REHABLITASI SOSIAL
· J.ADVOKASI SOSIAL
· K. OUTREACHER (TRC)
· L. KONTAK

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Masih adakah Pekerja Sosial Di Indonesia?
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Sabtu, 30 April 2011 by bambangth
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita UPT menulis "

Di pagi hari ini, Sabtu 30 April 2011, Apa Kabar Indonesia - Tv One menyiarkan talkshow mengenai undang-undang perlindungan anak, yakni UU no 23 tahun 2003 berkaitan dengan anak yang berhadapan dengan hukum.

Tentu saja  ini bukan yang pertama kalinya TV One membahas mengenai perlindungan anak. Ada beberapa kasus anak yang berhadapan dengan hukum yang telah dijadikan tema dalam talk show pagi Tv One , dan pagi ini kasus yang hangat adalah DS (14 tahun).

Disebabkan memungut kartu perdana yang tercecer di jalan, DS harus menginap di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. DS dituduh mencuri voucher perdana telepon selular senilai Rp10.000,-. Polisi mengenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Akibatnya, DS harus rela tidak mengikuti ujian tengah semester.

Saat ini, untuk penanganan anak yang berhadapan dengan hukum, telah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Ketua MA, Jaksa Agung, Kapolri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, pada tanggal 22 Desember 2009. SKB ini mengedepankan asas restorative justice yang wajib dikedepankan aparat dalam menangani kasus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Restorative justice sendiri berarti penyelesaian secara adil yang melibatkan pelaku, korban, keluarga dan pihak lain yang terkait dengan suatu tindak pidana serta secara bersama mencari penyelesaian terhadap tindak pidana dan implikasinya dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula. Jika konsisten merujuk pada amanat SKB, niscaya kasus DS tidak perlu berujung ke pengadilan.

Perilaku aparat yang memberlakukan DS sama seperti tersangka pidana dewasa merupakan bentuk pelecehan terhadap SKB. Meskipun pemerintah terus mengupayakan agar asas reslorative wajib dikedepankan aparat hukum dalam menangani kasusanak, dan praktik dilapangan pelaksanaan masih berjaJan secara sendiri-sendiri, belum terpadu dan masih jauh dari harapan.

Alih-alih berharap agar asas restorative dikedepankan, jumlah kasus anak yang ditahan di rutan dan lapas malah makin meningkat.

Hal itu tecermin dari data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM yang menunjukkan peningkatan jumlah narapidana anak (anak didik pemasyarakatan) dari 5.630 anak pada Maret 2008 menjadi 6.308 anak pada 2010. Sebagian besar dari mereka, yaitu sekitar 57% digabung dengan tahanan orang dewasa (berada di rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan untuk orang dewasa (sumber : bataviase.co.id)



Namun, dari semua itu, ada satu hal yang menarik dari respon yang disampaikan oleh penonton disamping saya (istri saya), mengenai pengakuan masyarakat mengenai profesi pekerja sosial yang menginspirasi untuk menuliskan pula yang ada dalam pikiran dan hati ini.

Pertanyaannya adalah mengapa nara sumber untuk setiap talk show seperti ini selalu seorang psikolog atau praktisi hukum? jarang dan bahkan mungkin tidak pernah seorang pekerja sosial menjadi nara sumber. Paling yang sering muncul adalah wajah Bapak Dirjen Rehsos, itupun dengan posisi sebagai pejabat di lingkungan Kementerian Sosial bukan sebagai Pekerja Sosial.

Pertanyaan seperti ini sering terlintas dalam pikiran kami, karena sering kami melihat dalam tayangan TV , yakni orang yang diwawancarai, seperti pada saat melakukan penelusuran kasus, pendampingan, dan advokasi sosial, dalam tag judul wawancara, dituliskan bahwa mereka adalah pegawai dinas, anggota tim TRC kemensos RI atau anggota lsm dsb, bukan pekerja sosial.

Ingin rasanya profesi pekerja sosial dapat diakui oleh masyarakat, bahwa kita pekerja sosial memiliki peran yang signifikan dalam mengatasi permasalahan sosial. 

oleh bambang th, admin. barang milik negara.

"



 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita UPT
· Berita oleh bambangth


Berita terpopuler tentang Berita UPT:
Pelayanan Harian Lanjut Usia (Day Care Services) di PSTW Gau Mabaji -Introducing


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita UPTDirektoratManajemen

"Masih adakah Pekerja Sosial Di Indonesia?" | Login / Daftar | 0 komentar
Isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengirimnya.
Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa
Kementerian Sosial RI Admin Web 2013 - Andisnebo