Profil
· A. PROFIL
· B. VISI,MISI,MOTTO
· C. STRUKTUR
· D.SARANA/PRASARANA
· E. PROSEDUR
· F. PROGRAM LAYANAN
· G. PEKERJA SOSIAL
· H. PENYULUH SOSIAL
· I.REHABLITASI SOSIAL
· J.ADVOKASI SOSIAL
· K. OUTREACHER (TRC)
· L. KONTAK

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Profil

G. PEKERJA SOSIAL







JUMLAH PEKERJA SOSIAL di UPT PSTW GAU MABAJI GOWA : 7 Orang

  • Pekerja Sosial Ahli : 6 orang
  • Pekerja Sosial Terampil : 1 orang
1Dra.Sumarni Umar Peksos Madya
2H.Indar,S.Sos
 Peksos Pertama
3Suriyani S, S.Sos
 Peksos Pertama
4
Novita Kartika, S.Sos
 Peksos Pertama
 5 Dra. N Rosniati          Peksos Pertama
 6 Bambang TH, MSW    Peksos Pertama
 7 Fatmalina                 Peksos Penyelia

Untuk dapat menampilkan kinerja yang optimal, suatu institusi pasti mempunyai profesi utama (main profession) yang menjadi pilar penopangnya. Guru dan Dosen merupakan profesi utama bagi Kementerian  Pendidikan Nasional. Dokter menjadi profesi utama untuk Kementerian Kesehatan. Profesi apa yang menjadi pilar kinerja Kementerian Sosial (Kemsos)? Jawabnya adalah Pekerja Sosial.Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: KEP/03/M.PAN/1/2004 tentang Jabatan Fungsional Pekerja Sosial dan Angka Kreditnya. Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa Menteri Sosial adalah Pembina Jabatan Fungsional Pekerja Sosial. Saat ini, satu-satunya jabatan fungsional yang dibina oleh Kementerian Sosial adalah Pekerja Sosial. Konsekuensinya, Kementerian Sosial seharusnya dan selayaknya berupaya semaksimal mungkin meningkatkan dan mengembangkan Pekerja Sosial. Namun ternyata, meskipun Pekerja Sosial adalah satu-satunya jabatan fungsional yang dibina Kementerian Sosial, tetapi dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor: 82/HUK/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial, Pembinaan Jabatan Fungsional Pekerja Sosial hanya ditangani oleh Kepala Bagian di Biro Organisasi dan Kepegawaian. Hal ini sangat berbeda dengan departemen lain, di mana pembinaan jabatan fungsional ditangani oleh pejabat eselon II. Walau demikian, secara historis Kemsos, hal itu ada kemajuan, karena sebelumnya, jabatan fungsional Pekerja Sosial tidak ditangani secara khusus, tetapi disatukan dengan urusan jabatan fungsional yang lain. 
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: KEP/03/M.PAN/1/2004 menyatakan bahwa tugas pokok Pekerja Sosial adalah menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial dan pengembangan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial. Tugas pokok untuk menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial dilakukan oleh Pekerja Sosial tingkat terampil, sedang tugas pokok untuk menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan kegiatan pengembangan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial dilakukan oleh Pekerja Sosial tingkat ahli. Walaupun demikian, Pekerja Sosial tingkat ahli juga melakukan pembinaan dan supervisi terhadap Pekerja Sosial tingkat terampil dalam pelaksanaan pelayanan kesejahteraan sosial.

Pelayanan kesejahteraan sosial di sini diartikan sebagai serangkaian kegiatan pelayanan yang ditujukan untuk membantu individu, keluarga, kelompok, organisasi, dan masyarakat yang membutuhkan atau mengalami permasalahan sosial, baik yang bersifat pencegahan, perlindungan, pemberdayaan, pelayanan dan rehabilitasi sosial, maupun pengembangan, guna mengatasi permasalahan yang dihadapi, dan atau memenuhi kebutuhan secara memadai, sehingga mereka mampu melaksanakan fungsi sosial. Pelayanan kesejahteraan sosial dilakukan melalui enam tahap utama yaitu: (1) Pendekatan awal (engagement, intake, contact, and contract), (2) Pengungkapan dan pemahaman masalah (assessment), (3) Penyusunan rencana pemecahan masalah (plan of intervention), (4) Pelaksanaan pemecahan masalah (intervention), (5) Evaluasi, terminasi dan rujukan, serta (6) Bimbingan dan pembinaan lanjut. Kegiatan melaksanakan pelayanan kesejahteraan sosial kepada klien tersebut dalam istilah pekerjaan sosial sering disebut sebagai pemberian pelayanan secara langsung (direct services).

Pengembangan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial adalah berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara terencana dan sistematis dalam rangka meningkatkan dan menghasilkan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial yang lebih baik, melalui pengkajian kebijakan dan penyusunan rencana pelayanan kesejahteraan sosial, pengembangan model pelayanan kesejahteraan sosial, dan evaluasi program pelayanan kesejahteraan sosial. Dalam pengkajian kebijakan dan penyusunan rencana pelayanan kesejahteraan sosial, Pekerja Sosial melakukan kegiatan: (1) menyusun rancangan kegiatan pengkajian atau perencanaan pelayanan, (2) menyusun instrumen pengkajian kebijakan dan perencanaan pelayanan, (3) memberi konsultasi dalam pengkajian kebijakan dan perencanaan pelayanan, (4) Melaksanakan pengkajian kebijakan pelayanan pada tingkatan mikro dan makro, (5) menyusun rencana pelayanan pada tingkatan mikro dan makro, serta (6) mensosialisasikan laporan hasil pengkajian dan penyusunan rencana pelayanan. Dalam pengembangan model pelayanan kesejahteraan sosial, Pekerja Sosial melakukan kegiatan: (1) menyusun konsep/draf model pelayanan, (2) melaksanakan uji coba model pelayanan, (3) merumuskan dan mengembangkan model pelayanan pada tingkatan mikro dan makro, (4) menyusun laporan hasil uji coba model pelayanan, serta (5) mensosialisasikan laporan hasil uji coba model pelayanan. Dalam evaluasi program pelayanan kesejahteraan sosial, Pekerja Sosial melakukan kegiatan: (1) menyusun rancangan evaluasi program pelayanan, (2) instrumen evaluasi program pelayanan, (3) melaksanakan evaluasi program pelayanan, (4) menyusun laporan hasil program evaluasi pelayanan, dan (5) mensosialisasikan laporan hasil evaluasi program pelayanan.