Profil
· A. PROFIL
· B. VISI,MISI,MOTTO
· C. STRUKTUR
· D.SARANA/PRASARANA
· E. PROSEDUR
· F. PROGRAM LAYANAN
· G. PEKERJA SOSIAL
· H. PENYULUH SOSIAL
· I.REHABLITASI SOSIAL
· J.ADVOKASI SOSIAL
· K. OUTREACHER (TRC)
· L. KONTAK

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Tahukah Anda tentang sejarah patung Selamat Datang di PSTW..???
Dikirim oleh andisnebo pada Selasa, 07 Mei 2013 (1360 kali dibaca)
Artikel

Begini ceritanya :

Berpuluh puluh tahun yang lalu ada dua insan yang dipertemukan diperantauan. Ia adalah seorang pelaut dan seorang penyanyi kapal , anggap saja inisialnya GS dan SR.

GS adalah seorang pria berpostur tubuh tinggi tegap kebarat-baratan dan SR adalah wanita cantik rupawan tapi sedikit pemalu. Mereka dipertemukan saat mereka sama-sama merantau di salah satu kota besar di Indonesia. Akan tetapi mereka terpisah karena tuntutan seorang pelaut yang harus berlayar, berpindah dari tempat satu ketempat yang lain dan SR harus kembali kedaerahnya karena tuntutan adat yang memaksanya untuk nikah dengan pria pilihan orang tuanya.

Singkat cerita mereka akhirnya memiliki kehidupan masing-masing dan mempunyai keluarga selayaknya orang-orang pada umumnya.

Setelah tua mereka akhirnya dipertemukan  kembali di PSTW “Gau Mabaji Gowa” . Hal ini tentu saja membuat mereka terkejut, sayangnya SR masuk kepanti dengan suaminya dan GS masuk sendiri karena sudah ditinggal mati istrinya. Karena kesetiaan seorang SR pada suaminya,ia pun menceritakan masa lalunya dengan GS dan sekarang bertemu kembali di PSTW, hal ini tentu saja membuat suaminya sering kefikiran dan merasa cemburu dibuatnya. Setelah beberapa tahun suami dari SR meninggal dunia, hal ini membuat keakraban GS dan SR semakin erat, mengingat masa lalunya yang begitu singkat tapi mengesankan.

Akan tetapi Tuhan berkehendak lain, niat mereka untuk bersatu kembali kandas lagi karena GS menderita penyakit porstat yang membuatnya hanya terbaring lemah tak berdaya. Hal ini membuat SR hanya bisa merawat GS dengan setulus hatinya hingga GS pergi mendahuluinya. Dan akhirnya SR pun menjalani hari tuanya dengan sejuta kenangan tentang orang-orang yang dicintainya.

Karena cerita inilah Ridwan Arsyad sebagai pimpinan saat itu berinisiatif untuk membangun patung Selamat Datang di PSTW “Gau Mabaji” Gowa tepatnya pada Tahun 2003 untuk mengenang kisah mereka.

Patung itu masih ada sampai sekarang dan dijadikan tempat favorit untuk berfoto bagi setiap pengunjung yang sempat mampir di PSTW “Gau Mabaji” Gowa Sulawesi Selatan.

 



(komentar? | Nilai: 0)

Liputan: Pusat Penanganan Trauma Lanjut Usia (PPTLU) Tahun 2013
Dikirim oleh andisnebo pada Sabtu, 04 Mei 2013 (1112 kali dibaca)
Berita UPT

Salah satu bukti keberhasilan pembangunan nasional utamanya di bidang kesehatan adalah meningkatnya usia harapan hidup yang mana ditandai dengan meningkatnya pula penduduk lanjut usia dari tahun ke tahun.

Dengan adanya peningkatan penduduk lanjut usia tersebut, oleh Kementerian Sosial RI melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Gau Mabaji Gowa melaksanakan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial lanjut usia. yang salah satu  program kegiatannya adalah Pusat Penanganan Trauma Lanjut Usia (PPTLU).

Pusat Penanganan Trauma Lanjut Usia (PPTLU) merupakan model yang dikembangkan dalam sistem pelayanan sosial lanjut usia , khususnya bagi lanjut usia dalam keadaan darurat seperti korban tindak kekerasan atau perlakuan salah, korban bencana, terlantar dan bermasalah dengan hukum serta masalah lainnya. Model ini dilaksanakan secara terpadu dan konfrehensif dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan lanjut usia.

PPTLU ini merupakan tahun ke empat program penanganan trauma lanjut usia yang setiap tahunnya membutuhkan pembenahan untuk mencapai pelayanan yang maksimal. Penanganan terhadap lanjut usia bukan untuk mencegah proses penuaan, tetapi mengarahkan agar lanjut usia dapat menikmati masa tua dengan kualitas sesuai kondisi usianya. Pola penanganan yang diberikan harus dari berbagai aspek yang terkait dengan lanjut usia, seperti fisik, psikologis, sosial dan spiritual.

Aspek fisik yang ditandai dengan melemahnya fungsi otak dan sistem saraf, panca indera (melihat, mendengar, merasa, mencium, mengecap), sistem peredaran darah, sistem pernapasan, dan seksualitas. Masalah kesehatan utama pada masa lanjut usia ialah munculnya penyakit degeneratif (penyakit yang diakibatkan oleh proses penuaan) yang dicirikan oleh gejala yang perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat terlihat dari kemandirian lanjut usia tersebut dalam kegiatan kehidupan sehari-harinya. Selanjutnya perubahan sistem organ tubuh secara fisik maupun fungsional, lanjut usia menjadi rentan terhadap kekurangan gizi dibandingkan kelompok usia lebih muda, disebabkan oleh gangguan sistem pencernaan termasuk pengunyahan serta gangguan kejiwaan seperti depresi sehingga lanjut usia enggan makan.

Aspek psikologis dapat dilihat dari adanya: perasaan sedih atau gembira (tanpa sebab yang jelas), perasaan tertekan, perasaan takut, perasaan cemas, perasaan curiga, keinginan melakukan kegiatan (motivasi) yang menurun (apatis), kepribadian, rasa percaya diri yang menurun.

Aspek sosial adalah kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan, mengikuti pertemuan, rekreasi, dan sebagainya. Selain itu, aspek lokasi, lingkungan, budaya, pekerjaan, status perkawinan, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga perlu diperhatikan dalam memahami lanjut usia.

Aspek spiritual berkaitan dengan penyerahan diri lanjut usia terhadap Sang Pencipta, lanjut usia dianggap telah memiliki kematangan diri sehubungan dengan keberadaannya terhadap lingkungan sekitarnya.

Target calon klien untuk tahun 2013 sebanyak 20 orang dan dalam hal ini diutamakan klien yang mengalami tindak kekerasan baik secara fisik maupun psikis, sementara jangkauan pelayanan yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.  



(selengkapnya... | 5132 byte lagi | komentar? | Liputan | Nilai: 0)

Liputan: Upacara Kesadaran Nasional
Dikirim oleh andisnebo pada Jumat, 03 Mei 2013 (715 kali dibaca)
Berita UPT

Upacara Hari Kesadaran Nasional merupakan kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan setiap bulan tanggal 17. Upacara ini menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada bangsa, meningkatkan kedisiplinan dan etos kerja pegawai agar dapat bekerja secara profesional.

       

Hal ini pun di lakukan di PSTW Gau mabaji Gowa Sulawesi Selatan dibawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Udan Suheli, AKS, M.Pd selaku Kepala Panti bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam amanahnya menjelaskan tentang pentingnya kedisiplinan serta melaksanakan tugas dan fungsi dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab. Selain itu dalam upacara tersebut dirangkaikan dengan pemberian SK kenaikan pangkat kepada pegawai yang bersangkutan.

Selain dihadiri oleh para pegawai PSTW “Gau Mabaji Gowa” upacara ini juga mengikut sertakan para mahasiswa  yang sedang melakukan praktek gerontik di tempat ini.



(komentar? | Liputan | Nilai: 0)

Pelayanan Harian Lanjut Usia (Day Care Services) di PSTW Gau Mabaji -Introducing
Dikirim oleh andisnebo pada Jumat, 03 Mei 2013 (2054 kali dibaca)
Berita UPT menulis "

Dalam rangka menjawab kebutuhan terhadap layanan sosial yang berbeda-beda dari setiap individu lanjut usia (lansia) maka Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) “Gau Mabaji” Gowa sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial dalam hal ini melaksanakan kegiatan Pelayanan Sosial Reguler dalam Panti, Pelayanan Luar Panti (Home Care), Pusat Penanganan Trauma Lanjut Usia (Trauma Centre) dan Pelayanan Harian Lanjut Usia (Day Care Services). Semua kegiatan layanan sosial tersebut merupakan program unggulan yang dilaksanakan PSTW Gau Mabaji Gowa.

Sebagai salah satu program unggulan, Day Care Services di PSTW Gau Mabaji Gowa ini telah berjalan 5 (lima) tahun sejak tahun 2008. Pelayanan sosial lansia dalam program ini dilaksanakan tidak menginap di dalam panti tetapi hanya dilaksanakan 7 - 8 jam per kegiatan selama 2 (dua) kali dalam seminggu. Pelayanan harian lanjut usia ini sangatlah membantu bagi lansia yang membutuhkan pelayanan untuk menciptakan hubungan sosial dan penyesuaian sosial secara serasi dan harmonis di antara lansia, lansia dengan keluarganya, lansia dengan petugas serta dengan masyarakat sekitar dan menambah informasi bagi lansia itu sendiri. Day Care Services juga sebagai wadah atau fasilitas kegiatan yang positif dalam rangka pemanfaatan waktu luang untuk lansia.

Sejak dimulai dari tahun 2008 sampai sekarang Day Care Services senantiasa dirasakan bermanfaat. Setiap tahunnya lansia yang terlayani dalam program ini sebanyak 30 (tiga puluh) orang yang tersebar di beberapa kecamatan dan desa/kelurahan di sekitar Panti Sosial Tresna Werdha “Gau Mabaji” Gowa.

Ditambahkan oleh Koordinator Tim Pengelola Day Care Services Tahun Anggaran 2013 di PSTW Gau Mabaji Gowa, Dra. Rusiah mengemukakan bahwa timnya siap bekerja dalam rangka mensukseskan program kegiatan ini. Tim pengelola akan bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing, adapun beberapa kegiatan yang harus di laksanakan oleh tim pengelola adalah :

  • Penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pelayanan sosial.
  • Pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait (instruktur, instansi, dan sebagainya).
  • Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Sebagai informasi juga bahwa Tim Pembimbing yang terdiri dari beberapa latar belakang profesi seperti Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial, Psikolog, Dokter, Perawat, Pembimbing Agama, Instruktur Olahraga/Fisioterapi, Instruktur Keterampilan, dan lainnya siap bekerja melayani lansia dalam Program kegiatan Day Care Services di PSTW Gau Mabaji.

Beberapa tahapan dalam pelaksanaan program kegiatan Day Care Services ini adalah :

1. Sosialisasi dan Koordinasi

Hal ini dilakukan untuk mencari dukungan sosial secara memadai dari instansi terkait, orsos dan masyarakat jika lansia telah memenuhi persyaratan sebagai peserta dan memperoleh pelayanan day care services.

2. Seleksi, Identifikasi dan Penetapan Calon Peserta

Dilaksanakan untuk  menemukan masalah, kebutuhan, potensi dan menganalisisnya melalui pengisian formulir bahan seleksi untuk menetapkan lansia sebagai peserta dan menyepakati kontrak.

3. Assesmen

Merupakan bentuk pendalaman tentang kebutuhan dan masalah yang dihadapi serta potensi yang dimiliki lansia sebelum disusunnya suatu rencana kegiatan.

4. Penyusunan Rencana Kegiatan

Disusun dan dirumuskan dalam rangka menetapkan tujuan pelaksanaan pelayanan, menetapkan indikator keberhasilan pelayanan, menyusun kegiatan pelayanan, menentukan langkah-langkah pelaksanaan pelayanan, menentukan sarana dan prasarana yang akan digunakan dan menentukan petugas/pembimbing dan atau pihak yang terkait dalam kegiatan pelayanan.

5. Pelaksanaan Kegiatan

Berdasarkan rencana kegiatan yang telah disusun bersama-sama, maka selanjutnya Tim pengelola mulai melaksanakan program pelayanan. Dalam pelaksanaan pelayanan ini akan melibatkan peserta secara aktif peserta pada setiap kegiatan pelayanan.

6. Evaluasi dan Terminasi

Pada tahap ini tim pengelola akan mengevaluasi kembali semua kegiatan/program yang telah dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan, kegagalan dan hambatan-hambatan yang terjadi. Terminasi/ pemutusan layanan dilakukan bilamana tujuan telah dicapai dan diberikan bantuan paket Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Terminasi dapat berupa rujukan ke Rumah Sakit/Lembaga lain bila diperlukan apabila peserta sakit keras atau sebab lain sehingga dikembalikan kepada keluarga. Terminasi juga dilakukan bila peserta meninggal dunia.

Adapun beberapa prinsip pelayanan terhadap lansia dalam program Day Care Services ini adalah:

  • Memberikan pelayanan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat lansia.
  • Melaksanakan hak asasi lansia.
  • Memberikan kesempatan kepada lansia untuk mendapatkan hak menentukan pilihan bagi dirinya sendiri.
  •  Memberikan pelayanan yang didasarkan pada kebutuhan sesungguhnya.
  • Mengupayakan kehidupan lansia lebih bermakna bagi diri, keluarga dan masyarakat.
  • Menciptakan suasana kehidupan dalam panti yang bersifat kekeluargaan.
  • Menjamin terlaksananya pelayanan bagi lansia yang disesuaikan dengan perkembangan pelayanan lansia secara terus menerus dan meningkatkan kemitraan dengan berbagai pihak.
  • Menerapkan pendekatan social antar disiplin dan profesi yang mencakup pelayanan terhadap lansia.
  • Memasyarakatkan informasi tentang aksesibilitas bagi lansia.

Beberapa pelayanan terhadap lansia yang diberikan dalam program day care services adalah:

  • Pelayanan Sosial, diberikan kepada peserta dalam rangka menciptakan hubungan sosial dan penyesuaian sosial secara serasi dan harmonis di antara lansia, lansia dengan keluarganya, lansia dengan petugas serta dengan masyarakat sekitar.
  • Pelayanan Fisik diberikan kepada peserta dalam rangka memperkuat daya tahan fisik. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan fisioterapi, penyediaan menu makanan tambahan, klinik lansia, kebugaran, sarana dan prasarana hidup sehari-hari dan sebagainya.
  • Pelayanan Psikososial, pelayanan ini diberikan kepada peserta dalam rangka menciptakan situasi sosial psikologis yang memungkinkan tumbuhnya perasaan aman, nyaman, senang dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
  • Pelayanan Keterampilan, pelayanan ini diberikan tidak saja untuk pengisian waktu luang, melainkan untuk meningkatkan produktivitas agar ia dapat menambah penghasilannya.
  • Pelayanan Spiritual/Keagamaan, pelayanan ini diberikan dalam rangka memperkuat mental spiritual dan kerohanian terutama dalam melaksanakan peribadatan sehari-hari. Pelayanan yang diberikan antara lain penyediaan sarana dan prasarana ibadah, bimbingan rohani, dan lain-lain. Pelayanan spiritual ini sangat penting untuk dilakukan mengingat bahwa pada masa tua seringkali klien dihantui berbagai perasaan tidak berharga dan ketakutan-ketakutan sehubungan dengan penurunan fungsi-fungsi fisik dan sosial. Dengan adanya pelayanan spiritual diharapkan peserta menyadari akan situasi yang dihadapinya sehingga muncul ketenangan dan kedamaian dalam perasaannya. Muncul kembali kepercayaan dirinya, dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tetap dapat beraktivitas sesuai dengan kemampuannya.
  • Pemberian Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), pelayanan ini diberikan kepada lansia yang membutuhkannya sebagai aktifitas untuk meningkatkan produktivitas dalam rangka menambah penghasilannya.

Perubahan ataupun penambahan program dalam bentuk inovasi-inovasi dalam pelayanan sosial masih sangat dimungkinkan karena perbedaan aspek kebutuhan dan permasalahan sosial yang dihadapi berbeda-beda. Perbedaan aspek kebutuhan tehadap pelayanan sosial lansia di PSTW Gau Mabaji Gowa selain karena individu lansia  itu bersifat unik, juga disebabkan terjadinya perubahan-perubahan seperti perubahan kelembagaan dan orang yang melaksanakannya, perubahan pada sistem kegiatan, perubahan sasaran kegiatan dan lain-lain.

*s.cipto-apr-13

"

(komentar? | Nilai: 0)

Pengidap Diabetes Perlu Vitamin D Agar Terhindar dari Infeksi Gigi
Dikirim oleh andisnebo pada Minggu, 14 April 2013 (799 kali dibaca)
Kesehatancitraagus menulis "

Pengidap diabetes lebih rentan terhadap infeksi yang menyebabkan kerusakan gigi atau periodontitis. Ketika telah terjadi, penyakit ini sulit diobati tetapi dapat dicegah dengan cara sederhana yaitu meningkatkan asupan vitamin D.


Periodontitis adalah peradangan dan infeksi pada jaringan di sekitar gigi yang merupakan penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa. Sayangnya kerusakan tersebut bersifat ireversibel, yang tidak dapat diperbaiki lagi tetapi hal ini dapat dicegah.
Sebuah studi baru menemukan bahwa vitamin D dapat membantu mencegah periodontitis, terutama pada pasien dengan diabetes. Pengidap diabetes umumnya lebih rentan terhadap infeksi, sehingga lebih berisiko terhadap periodontitis.

Penyakit ini terjadi ketika plak menetap pada gigi selama beberapa hari dan mengeras menjadi tartar, yang kemudian menarik bakteri dan menyebabkan pembengkakan, infeksi atau radang gusi.

Awalnya, gejala ini hanya akan menyebabkan ketidaknyamanan ringan pada mulut yang dapat diatasi dengan membersihkan gigi untuk menghilangkan karang gigi tersebut. Tetapi jika telah terjadi peradangan, dapat terbentuk kantong antar gigi dan gusi, mengundang lebih banyak bakteri dan dapat menyebabkan hilangnya jaringan dan tulang.

Dalam studi yang dipimpin oleh peneliti dari Universitas di Chengdu, Cina, para peneliti menemukan bahwa vitamin D dapat membantu melindungi terhadap periodontitis pada penderita diabetes, seperti dikutip dari MNN, Kamis (21/11/2012).

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Steroid tersebut menemukan bahwa tikus diabetes yang diberi dosis suplemen vitamin D menunjukkan penurunan risiko peradangan yang terkait dengan periodontitis yang lebih baik daripada tikus yang diberi plasebo.

Anda dapat memperoleh keuntungan dari penemuan ini, karena tubuh dapat menghasilkan vitamin D secara alami dengan bantuan sinar matahari. Sehingga, upaya pencegahan periodontitis dapat lebih mudah, yaitu dengan beraktivitas di bawah sinar matahari pagi selama beberapa menit atau Anda juga dapat mengambil suplemen vitamin D.

"

(komentar? | Nilai: 0)

Pencarian



RSS Feed




·301 Moved Permanently



·FINALISASI SOP KELEM..
·POS REHABILITASI SOS..
·PERINGATAN HARI ANAK..
·PETUNJUK PELAKSANAAN..
·Hari ANak Nasional


View All Feeds


Webmail
Webmail Login

Intranet Dashboard
Intranet Dashboard

Survey
bagaimana pendapat kamu mengenai website ini ?

Wow, Amazing !
Keren banget
Okelah ...
Biasa saja
jelek



Hasil
Polling

Pemilih: 0
Komentar: 0

Artikel Sebelumnya
Rabu, Desember 12
· Mengapa Lansia Jadi Kurang Peka akan Rasa dan Aroma Makanan?
Kamis, November 08
· Bimbingan Mental Spiritual Klien Lanjut Usia di PSTW Gau Mabaji
Selasa, Oktober 23
· PENJANGKAUAN KLIEN PUSAT PENANGANAN TRAUMA LANJUT USIA (PPTLU) PSTW GAU MABAJI
Jumat, Oktober 12
· Pemberian Tali Kasih Nenek Martha dan Nenek Yohana
Kamis, Oktober 11
· SEHAT ITU MAHAL
Rabu, November 09
· TUGAS SEORANG LELAKI (SEBAGAI SUAMI, AYAH SEKALIGUS IMAM DALAM RUMAH TANGGA)
· Bagi Orang SAKIT, SEHAT Itu Mahal Harganya....
· Melayani Lansia dengan Spirit Cinta
Selasa, Oktober 04
· Catatan Kecil
Jumat, September 30
· Taat yang Tercela

Artikel Lama

Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa
Kementerian Sosial RI Admin Web 2013 - Andisnebo